Cimahi – Terduga Pelaku Ledakan Setelah dua hari penuh penyelidikan intensif, Polres Metro Jakarta Timur akhirnya berhasil mengidentifikasi terduga pelaku di balik ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Kamis (6/11/2025) lalu. Polisi memastikan, pelaku bukan bagian dari jaringan terorisme, namun masih mendalami motif di balik perbuatannya yang menyebabkan kepanikan di lingkungan sekolah tersebut.
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di area belakang laboratorium kimia sekolah itu sempat menggegerkan warga sekitar Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur. Tidak ada korban jiwa, namun beberapa siswa dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan kaca, dan satu ruangan mengalami kerusakan cukup parah.

Baca Juga : 2 Pemuda Mabuk Keroyok 3 Orang di 2 Lokasi di Cibeber Cimahi
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Andri Sumantri, dalam konferensi pers, Sabtu (8/11), mengonfirmasi bahwa terduga pelaku telah berhasil diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres.
“Kami sudah mengantongi identitas dan berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku yang diduga kuat terlibat langsung dalam peristiwa ledakan di SMAN 72. Saat ini sedang kami dalami motif serta peranannya,” ujar Andri kepada awak media.
Kronologi Kejadian
Dari hasil penyelidikan awal, ledakan terjadi di ruang kosong dekat laboratorium kimia saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Beberapa siswa mengaku mendengar bunyi letusan keras disertai getaran dari arah belakang sekolah. Asap tebal kemudian terlihat membumbung, disusul suara pecahan kaca.
Salah satu saksi mata, Naufal (17), siswa kelas XII, menceritakan detik-detik kejadian tersebut.
“Kami lagi belajar matematika, tiba-tiba ada suara keras kayak petasan besar. Setelah itu jendela bergetar, dan guru langsung suruh kami keluar ruangan,” katanya.
Petugas pemadam kebakaran dan tim Gegana Polda Metro Jaya segera datang ke lokasi. Setelah dilakukan penyisiran, ditemukan bahan peledak rakitan sederhana yang menggunakan wadah logam, campuran serbuk kimia, serta sumbu api.
Menurut hasil pemeriksaan laboratorium forensik, bahan yang digunakan bukan termasuk kategori bahan peledak militer atau industri, melainkan bahan kimia umum yang bisa ditemukan di toko pertanian dan bengkel.
Terduga Pelaku Dikenal Sebagai Mantan Siswa
Informasi terbaru menyebutkan, pelaku diketahui berinisial RAP (19), mantan siswa SMAN 72 Jakarta yang lulus dua tahun lalu. Ia diamankan di rumah kontrakannya di kawasan Lubang Buaya, hanya sekitar 3 kilometer dari lokasi sekolah.
Kombes Andri menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah polisi menganalisis rekaman CCTV sekolah dan keterangan sejumlah saksi. Dalam rekaman, terlihat seseorang masuk melalui pagar belakang sekolah beberapa saat sebelum ledakan terjadi.
“Gerak-geriknya mencurigakan. Setelah dilakukan penelusuran wajah dan sidik jari, kami pastikan yang bersangkutan adalah mantan siswa di sekolah tersebut,” kata Kapolres.
Saat dilakukan penggeledahan di tempat tinggal RAP, polisi menemukan beberapa barang bukti berupa sisa bahan kimia, pipa kecil, serta catatan tangan berisi rumus-rumus dan sketsa alat peledak.
Motif Masih Didalami
Meski pelaku sudah diamankan, polisi belum memastikan motif utama di balik aksinya. Dugaan sementara mengarah pada unsur dendam pribadi terhadap pihak sekolah. Berdasarkan informasi dari beberapa guru, pelaku pernah terlibat pelanggaran tata tertib saat masih bersekolah dan sempat dikeluarkan karena kasus perkelahian.
“Kami sedang mendalami apakah pelaku melakukan ini karena dendam, iseng, atau ada motif lain. Tim psikologi dari Polda Metro Jaya juga sudah dilibatkan untuk memeriksa kondisi kejiwaan yang bersangkutan,” ujar Andri.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta, Suharyono, M.Pd, mengaku terkejut dan prihatin mendengar bahwa pelaku merupakan mantan siswanya.
“Kami sedih mendengar kabar itu. Anak itu dulu cerdas, tapi memang sempat bermasalah dalam pergaulan. Kami berharap penyelidikan ini bisa mengungkap alasan sebenarnya,” kata Suharyono.







