cimahi – Sidak Tambang Emas Pemeriksaan mendadak terhadap aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Bone Bolango berakhir tragis ketika Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, diduga dianiaya oleh oknum penambang.
Peristiwa ini membuka kembali sorotan terhadap aktivitas pertambangan ilegal dan kondisi pengamanan terhadap pejabat pengawas lingkungan
π Apa yang Terjadi: Kronologi Singkat
-
Pada Rabu (26/11/2025), Mikson melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi tambang emas ilegal di Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango β merespon laporan warga tentang aktivitas penambangan yang diduga memakai bahan kimia berbahaya dekat pemukiman dan aliran sungai.
-
Tujuan sidak: meninjau langsung kondisi tambang ilegal dan potensi dampak lingkungan, mengingat aktivitas itu disebut meresahkan warga.
-
Namun sehari setelah sidak, pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 17.30 Wita di Kota Gorontalo, Mikson didatangi sekitar lima orang yang diduga penambang ilegal.
-
Tanpa diduga, kelompok tersebut mengepung Mikson, menarik kerah bajunya, lalu menyeret dan menganiaya β membuatnya mengalami luka memar di leher dan trauma.
-
Peristiwa penganiayaan ini terekam dalam video yang viral di media sosial, dan memancing kecaman luas dari masyarakat.
π Sidak Tambang Emas Tuduhan dan Motif: Kenapa Sidak Pemicu Kekerasan

Baca Juga : Rangkuman Fakta Lansia di cimahi Bawa Uang PalsuΒ
Ia menjelaskan bahwa tambang itu berada dekat pemukiman dan aliran sungai (Sungai Bone), sehingga sangat riskan terhadap pencemaran air dan dampak lingkungan bagi masyarakat setempat.
Ketika pihak penambang menyadari bahwa aktivitas mereka terancam dibongkar, diduga inilah yang memicu tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap Mikson.
Laporan Hukum: Korban Lapor Polisi, Kasus Sedang Diselidiki
Mikson langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polda Gorontalo atas dugaan penganiayaan, pengancaman, dan pengeroyokan β dengan nomor laporan LP/B/418/XI/2025/SPKT.
π Dampak & Reaksi Publik: Isu Pertambangan Ilegal dan Keamanan Publik Terangkat
Peristiwa ini mendapat perhatian luas karena menyentuh dua isu krusial:
-
Penegakan hukum terhadap pertambangan ilegal (PETI) β banyak pihak mengecam agar tindakan ilegal terhadap alam dan lingkungan segera ditindak.
-
Perlindungan bagi pejabat publik dan pengawas lingkungan β kekerasan terhadap pengawas menunjukkan ada risiko serius bagi mereka yang berani menindak aktivitas ilegal.
Sejumlah elemen masyarakat menuntut agar pemeriksaan tambang ilegal tidak hanya dilakukan sekali β melainkan sistem regulasi, pengawasan, dan penindakan harus konsisten.
π§ Kenapa Kasus Ini Penting: Pelajaran dari Bone Bolango
- Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu memperkuat regulasi, melakukan identifikasi lokasi rawan tambang ilegal, dan menerapkan sanksi tegas.
-
Publik punya peran penting: melaporkan kegiatan mencurigakan, mendukung penegakan hukum, serta menjaga kelestarian lingkungan bersama.
β Kesimpulan
Namun sayangnya, upaya tersebut justru dibalas dengan kekerasan dan intimidasi.







