Cimahi – Respons PSSI Usai Pemain PSSI melalui Sekjen Yunus Nusi menyatakan sangat menyayangkan insiden kolaps yang dialami oleh pemain Persikad Depok, Bil’asqan Tenang, dalam laga melawan PSPS Pekanbaru.
Menurut PSSI, kejadian semacam itu tidak seharusnya terjadi di kompetisi profesional karena menyangkut aspek keselamatan pemain.
Yunus Nusi menegaskan bahwa pihaknya berharap insiden seperti ini tidak pernah terulang di masa depan.

Baca Juga : Mensos Gus Ipul Ungkap Pembentukan Gugus Tugas Pengendalian Operasional Sekolah Rakyat
Dalam pernyataannya, PSSI juga mengimbau seluruh pemain agar tidak bertindak atau berniat mencederai lawan selama pertandingan
PSSI menyampaikan apresiasi atas cepatnya tindakan tim medis di lapangan yang segera memberikan pertolongan pada Bil’asqan Tenang.
Selama lebih dari 10 menit, Bil’asqan mendapat penanganan medis langsung di lapangan sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Setelah evakuasi dari lapangan, pemain tersebut langsung dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan intensif.
Dari laporan tim medis Persikad, kondisi Bil’asqan saat ini disebut stabil dan sudah siuman.
Diagnosa yang diterima Bil’asqan adalah gegar otak (kontusio cerebri) dan adanya perdarahan subdural hematoma ringan.
PSSI menegaskan bahwa Komisi Disiplin (Komdis) akan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi dalam insiden tersebut.
Dalam laga itu, bek PSPS Jefferson Sousa mendapat kartu merah setelah wasit meninjau insiden melalui VAR.
Pemberian kartu merah kepada Jefferson Sousa menjadi salah satu contoh penegakan disiplin oleh PSSI.
PSSI menggunakan momen ini untuk mengingatkan bahwa pemain harus menjaga sportivitas dan kehati‑hatian selama berlaga
Federasi juga memandang bahwa insiden seperti kolaps dan kejang mengandung risiko serius bagi kesehatan pemain.
PSSI berharap setiap klub memiliki kesiapan tim medis yang memadai untuk merespons keadaan darurat di lapangan. (ini merupakan harapan dalam respons PSSI)
Federasi menyerukan agar penyelenggara pertandingan memastikan fasilitas medis dan ambulans siap siaga selama laga.
Dalam ini perspektif PSSI, kejadian semacam ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan yang ketat di kompetisi nasional.







