Cimahi – Prabowo Fundamental Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Terpilih RI, Prabowo Subianto, menyampaikan optimisme terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai kuat dan solid.
Prabowo mengatakan bahwa meskipun dunia menghadapi tekanan ekonomi global, Indonesia masih mampu menjaga stabilitas dan daya tahan ekonominya.
“Fundamental ekonomi kita kuat. Stabilitas politik dan pertumbuhan konsumsi masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Baca Juga : Penampilan Dewa19 featuring All Stars
Pernyataan ini sontak mendapat perhatian luas, terutama di tengah kekhawatiran global terhadap ancaman resesi dan ketegangan geopolitik dunia.
Prabowo menekankan bahwa struktur ekonomi Indonesia semakin membaik, dengan tingkat inflasi yang relatif terkendali dan cadangan devisa yang mencukupi.
Ia juga menyebutkan bahwa sektor pertanian, industri pengolahan, dan digitalisasi ekonomi telah menjadi tulang punggung baru pertumbuhan nasional.
Menurutnya, keberhasilan menjaga ketahanan ekonomi nasional merupakan buah kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas.
“Kita punya potensi luar biasa. Asal kita kerja keras dan bersatu, Indonesia akan jadi kekuatan ekonomi utama di dunia,” kata Prabowo dengan nada optimis.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan komitmennya sebagai pemimpin mendatang untuk menjaga kesinambungan kebijakan ekonomi makro.
Ia menilai bahwa stabilitas makroekonomi yang selama ini dijaga pemerintah perlu dilanjutkan dengan penguatan struktur mikro dan pemerataan pembangunan.
Salah satu fokusnya adalah memperkuat sektor pangan, energi, dan industri strategis yang bisa menekan impor dan meningkatkan daya saing nasional.
Prabowo juga mendorong hilirisasi industri sebagai strategi jangka panjang agar Indonesia tidak terus menerus menjadi eksportir bahan mentah.
“Nilai tambah harus tinggal di Indonesia. Kita harus belajar dari negara-negara maju yang mengolah sumber daya mereka sendiri,” katanya.
Di bidang fiskal, Prabowo menyebut bahwa pengelolaan anggaran negara tetap terkendali, dengan defisit APBN yang terus menurun pasca pandemi.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap peran Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas moneter dan fiskal.
Ia menyinggung kemajuan pembangunan infrastruktur yang membuka akses ekonomi ke wilayah-wilayah terpencil dan mempercepat konektivitas nasional.
Dalam pandangannya, pembangunan infrastruktur bukan hanya soal jalan dan jembatan, tapi juga investasi pada SDM dan teknologi.
“Anak-anak muda Indonesia luar biasa potensinya.






