Cimahi – Potret Siswa SMA Di tengah derasnya arus digitalisasi pendidikan, pemandangan unik terlihat di salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Para siswa tampak tekun duduk di kelas, menggenggam pena, dan dengan hati-hati menggoreskan huruf demi huruf di buku tulis mereka — bukan di laptop atau ponsel, melainkan dengan tulisan tegak bersambung yang kini jarang digunakan oleh generasi muda.
Tujuannya sederhana, namun sarat makna: mengembalikan keterampilan dasar menulis tangan terutama tulisan tegak bersambung yang dulu menjadi ciri khas anak sekolah Indonesia pada era 1980–1990-an.

Baca Juga : Augustusplatz Leipzig Jantung Modern dan Bersejarah di Kota Musik Jerman
“Anak-anak sekarang sudah sangat terbiasa mengetik di ponsel dan komputer. Banyak yang bahkan menulis dengan huruf tegak lurus tanpa sambungan.
Ia menjelaskan, kegiatan menulis tegak bersambung ini dilakukan secara rutin setiap minggu dalam jam literasi sekolah. Para siswa diminta menyalin kutipan sastra, puisi, atau kata-kata motivasi menggunakan gaya tulisan tersebut. Menurutnya, selain melatih motorik halus, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa disiplin dan cinta terhadap bentuk tulisan tangan yang indah.
Menariknya, banyak siswa yang awalnya kesulitan justru mulai menikmati kegiatan ini. Mereka mengaku belum pernah diajarkan menulis tegak bersambung secara serius sebelumnya. “Awalnya susah, karena hurufnya harus nyambung dan rapi. Tapi lama-lama jadi seru, apalagi kalau lihat hasilnya bagus,” kata Rina (16), salah satu siswi kelas XI.
Beberapa siswa bahkan menjadikan tulisan tegak bersambung sebagai bentuk ekspresi seni. Mereka menulis kalimat puitis dan menghiasnya dengan ilustrasi sederhana. “Rasanya beda aja dibanding ngetik. Kalau menulis pakai tangan, kita bisa lebih fokus dan terasa lebih dekat sama kata-katanya,” ujar Fikri (17), siswa lainnya.
Menurut pihak sekolah, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan budaya literasi dan karakter pelajar Pancasila. Di tengah kemajuan teknologi, kemampuan menulis tangan sering kali terabaikan, padahal menjadi bagian penting dari proses berpikir dan mengingat penelitian menunjukkan bahwa menulis







