Cimahi – Polda Metro Mengaku Kemacetan lalu lintas kini tak hanya menjadi masalah klasik di Jakarta, tapi juga mulai menjangkiti kota-kota satelit seperti Cimahi.
Kota kecil di barat Bandung ini mengalami pertumbuhan kendaraan yang sangat cepat, sementara infrastruktur jalan relatif stagnan.
Dalam menghadapi realita ini, aparat kepolisian dari Polres Cimahi yang berada di bawah naungan Polda Jawa Barat, mengakui adanya kekurangan personel untuk menangani kemacetan yang makin parah.

Tapi kami harus membagi personel yang terbatas ke puluhan titik,” ungkap seorang perwira polisi lalu lintas Cimahi.
Baca Juga : Bandung–Cimahi Dapat Hibah TPST dari PUPR Sebesar Rp126 Miliar
Seperti halnya Polda Metro Jaya di Jakarta, polisi di Cimahi juga kini mulai mempertimbangkan pembentukan tim khusus pengurai kemacetan.
Namun, keterbatasan jumlah personel menjadi batu sandungan utama untuk mengoperasikan tim tersebut secara efektif dan konsisten.
Padahal, Cimahi memiliki setidaknya 12 titik kemacetan rutin yang memerlukan penjagaan, khususnya saat jam berangkat dan pulang kerja.
ini Beberapa titik paling rawan antara lain di sekitar Jalan Amir Machmud, Jalan Gandawijaya, dan kawasan depan Pasar Cimindi.
ini Kemacetan makin diperparah oleh tingginya volume kendaraan dari luar kota, khususnya kendaraan dari arah Padalarang atau yang hendak ke Bandung via Cimahi.
Selain itu, perilaku pengendara yang sering melanggar marka jalan dan memaksakan jalur turut memperburuk kondisi.
Di sisi lain, kepolisian juga mengandalkan pengawasan melalui CCTV, namun pengawasan ini hanya efektif untuk tindak lanjut, bukan pengaturan langsung.
Personel lalu lintas kerap kewalahan saat menghadapi pengendara yang tak patuh, terlebih di titik tanpa lampu merah.
Situasi ini tidak hanya memicu kemacetan, tapi juga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Masyarakat ini pun mulai mengeluhkan lambannya penanganan kemacetan dan berharap ada solusi permanen, bukan sekadar tambal sulam.
“Polisi hadir di lapangan tapi enggak tiap hari. Kadang macetnya malah makin parah kalau tidak ada yang atur,” keluh seorang pengendara di kawasan Leuwigajah.





