Cimahi – Menbud Puji Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Menbud), Nadiem Makarim, memberikan pujian tinggi terhadap pidato yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut Nadiem, pidato tersebut berhasil menampilkan identitas budaya bangsa Indonesia dengan sangat kuat dan penuh makna.

Baca Juga : Mendikdasmen Sebut 101 Sekolah di Cimahi Terima Layar Panel Interaktif
Dalam pidatonya, Prabowo tidak hanya menyampaikan isu-isu global, tetapi juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia
Ini adalah cara yang bagus untuk menunjukkan siapa kita sebenarnya sebagai bangsa di panggung dunia,” ujar Nadiem dalam sebuah konferensi pers.
Ia menambahkan bahwa keberanian Prabowo untuk menampilkan budaya Indonesia di forum internasional patut diapresiasi.
Pidato Prabowo di PBB kali ini mendapat perhatian khusus karena menggabungkan pesan diplomasi dengan nuansa budaya yang kental.
Salah satu momen penting adalah ketika Prabowo menyisipkan ungkapan-ungkapan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya sekadar negara besar secara geografis, tetapi juga kaya akan keragaman budaya.
Nadiem menegaskan bahwa budaya merupakan aset penting dalam diplomasi internasional yang dapat memperkuat posisi bangsa.
Budaya kita adalah jembatan untuk memahami dan diterima oleh dunia,” ujarnya.
Pidato tersebut juga menekankan pentingnya persatuan dan gotong royong, nilai-nilai yang telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Prabowo menggunakan narasi tersebut untuk menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga menyoroti penggunaan bahasa yang lugas namun penuh filosofi dalam pidato Prabowo.
Bahasa yang digunakan mampu menghubungkan pesan politik dengan rasa kebangsaan yang mendalam.
Nadiem mengapresiasi keberanian Prabowo untuk tampil berbeda dari biasanya, dengan mengedepankan budaya dalam diplomasi.
Ini bukan hanya soal politik, tapi juga soal identitas kita sebagai bangsa yang harus bangga dengan warisan budaya kita,” jelas Nadiem.
Pidato ini menjadi contoh bagi para pejabat lainnya untuk lebih mengintegrasikan aspek budaya ini







